Penulis: Wahyu Angrah Manipi, S.E., M.M., M. Nursaid, S.E., M.Si., Muhajir, S.Pd., M.Pd., Meri Hariratuljannah, S.Pd., M.Pd.
Editor Muh Yunus Nabbi
e-ISBNÂ 978-634-7645-08-1 (PDF)
Harga Buku Rp. 80000
Sinopsis Buku
Buku Geliat Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Dunia Barat dan Anteknya mengulas secara komprehensif dinamika perekonomian Indonesia dalam menghadapi turbulensi global yang dipicu oleh krisis di negara-negara Barat, rivalitas geopolitik, perang dagang, disrupsi rantai pasok global, hingga tekanan lembaga keuangan internasional. Buku ini menempatkan Indonesia sebagai negara berkembang dengan potensi besar yang tidak hanya menjadi objek dari arus globalisasi, tetapi juga subjek yang memiliki daya tawar strategis dalam percaturan ekonomi dunia.
Pembahasan diawali dengan analisis mengenai perubahan lanskap ekonomi global pasca-krisis finansial, pandemi, serta konflik geopolitik yang melibatkan kekuatan Barat. Penulis memaparkan bagaimana kebijakan moneter negara-negara maju, seperti kenaikan suku bunga dan proteksionisme perdagangan, berdampak pada volatilitas nilai tukar, arus modal asing, serta stabilitas fiskal negara berkembang, termasuk Indonesia. Dalam konteks ini, Indonesia dituntut untuk memperkuat fundamental ekonomi domestik agar tidak mudah terombang-ambing oleh tekanan eksternal.
Selanjutnya, buku ini menyoroti strategi Indonesia dalam menjaga pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor riil, hilirisasi sumber daya alam, digitalisasi ekonomi, serta penguatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Program industrialisasi berbasis nilai tambah dan kebijakan kemandirian ekonomi dipandang sebagai langkah progresif untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah dan dominasi pasar global yang dikendalikan negara-negara maju.
Penulis juga membedah peran lembaga rating internasional, institusi keuangan global, serta media arus utama dalam membentuk persepsi terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Dalam beberapa kasus, framing krisis dan narasi ketergantungan sering kali memengaruhi opini publik dan keputusan investor. Oleh karena itu, diperlukan ketahanan narasi ekonomi nasional yang berbasis data, riset, dan kepentingan strategis bangsa.
Buku ini tidak hanya bersifat deskriptif, tetapi juga analitis-kritis. Melalui pendekatan ekonomi politik, penulis mengkaji relasi antara kekuatan global dan kepentingan domestik, termasuk bagaimana elite ekonomi dan aktor tertentu dapat menjadi perpanjangan kepentingan eksternal. Namun demikian, buku ini tetap menekankan pentingnya kolaborasi internasional yang setara dan saling menguntungkan, bukan isolasi ekonomi. Pada bagian akhir, disajikan rekomendasi kebijakan jangka pendek dan panjang untuk memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia, seperti reformasi struktural, penguatan industri strategis nasional, optimalisasi bonus demografi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Buku ini juga mengaitkan pembahasan dengan visi Indonesia Emas 2045 sebagai momentum transformasi menuju negara maju yang berdaulat secara ekonomi.